Jumat, 28 Agustus 2015

Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme

Hasil gambar untuk belajar kartunPendekatan konstruktivisme merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam pemikiran pelajar. Pengetahuan dikembangkan secara aktif oleh pelajar itu sendiri dan tidak diterima secara pasif dari orang disekitarnya. Hal ini bermakna bahwa pembelajaran merupakan hasil dari usaha pelajar itu sendiri dan bukan hanya ditransfer dari guru kepada pelajar. Hal tersebut berarti siswa tidak lagi berpegang pada konsep pengajaran dan pembelajaran yang lama, dimana guru hanya menuangkan atau mentransfer ilmu kepada siswa tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari siswa itu sendiri.

Pembelajaran model konstruktivisme menurut Karli dan Margaretha (2002:16) adalah proses pembelajaran yang diawali konflik kognitif, yang pada akhirnya pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa melalui pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungannya.

Model pembelajaran konstruktivisme menekankan pada pengembangan kemampuan, keterampilan (hand-on), dan pemikiran siswa (mind-on) Horleys, et al. (Isjoni, 2007:22).

Sedangkan Merrill mengemukakan asumsi-asumsi konstruktivisme adalah sebagai berikut :
  1. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman;
  2. Pembelajaran adalah sebuah interpretasi personal terhadap dunia;
  3. Pembelajaran adalah sebuah proses aktif yang di dalamnya makna dikembangkan atas dasar pengalaman;
  4. Pertumbuhan konseptual datang dari negosiasi makna, pembagian perspektif ganda, dan perubahan bagi representasi internal kita melalui pembelajaran kolaboratif; 
  5. Pembelajaran harus disituasikan dalam seting yang realistis; pengujian harus diintegrasikan dengan tugas dan bukan sebuah aktivitas yang terpisah.

Tobin dan Timmons (Isjoni, 2007 : 22 ) menegaskan bahwa pembelajaran yang berlandaskan pandangan konstruktivisme harus memperhatikan empat hal, yaitu :
  1. Berkaitan dengan pengetahuan awal siswa (prior knowledge).
  2. Belajar melalui pengalaman (experiences).
  3. Melibatkan interaksi sosial (social iriteraction).
  4. Kepahaman (sense making).

Menurut Hudojo (dalam Hermayani, 2008), ada tiga ciri yang harus dimunculkan dalam proses pembelajaran matematika menurut pandangan konstruktivisme yaitu sebagai berikut:
  1. Pembelajar harus terlibat secara aktif dalam belajarnya.
  2. Pembelajar belajar materi matematika secara bermakna dengan bekerja dan berpikir;
  3. Informasi baru harus diikutsertakan dengan informasi lama sehingga menyatu dengan struktur kognitif yang dimiliki oleh pembelajar;
  4. Orientasi pembelajarannya berdasarkan pemecahan masalah.

Prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pembelajaran. Menurut Mohammad (2004:4) prinsip utama dalam pembelajaran konstrutivisme adalah: 
  1. Penekanan pada hakikat sosial dari pembelajaran, yaitu peserta didik belajar  melalui interaksi dengan guru atau teman,
  2. Zona perkembangan terdekat, yaitu belajar konsep yang baik adalah jika konsep itu berada dekat dengan peserta didik,
  3. Pemagangan kognitif, yaitu peserta didik memperoleh ilmu secara bertahap dalam berinteraksi dengan pakar, dan
  4. Mediated learning, yaitu diberikan tugas komplek, sulit, dan realita kemudian baru diberi bantuan.

Paul Suparno dkk (2002:45-46) menyatakan langkah-langkah dalam pembelajaran konstruktivis ada 3, yaitu : tahap persiapan (sebelum guru mengajar), tahap pelaksanaan (selama proses pembelajaran), tahap evaluasi (sesudah proses pembelajaran).


Kelebihan dari pembelajaran dengan pendekatan kostruktivisme adalah :
  • Siswa dapat mengungkap gagasan/ide dan konsepnya.
  • Siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, sehingga bahan pelajaran bertahan lama dan lebih mudah diingat.
  • Terjadi dialog dalam pembelajaran antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa.

Sedangkan Kelemahan dari pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme adalah :
  • Alokasi waktu pembelajaran memerlukan waktu yang lama.
  • Penanganan atau pembimbingan berbeda-beda untuk setiap siswa.
  • Banyak bahan pelajaran yang tidak terselesaikan menurut kurikulum yang baku.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar