Kamis, 08 September 2011

Cerita Ilmu Ikhlas


Guru        : “Mari kuajarkan ilmu ikhlas.”
Si murid   : iya guru,,nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulis,”
Guru        : Tidak usah, bawa saja karung goni
Si murid   : “Karung goni?” (seolah-olah tidak percaya)
Guru        : “Mari kita ke pasar!”

Dalam perjalanan ke pasar mereka melalui jalan yang berbatu-batu.

Guru        : Ambil batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam karung goni itu."

(Tanpa bertanya, muridnya itu langsung memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan).

Si murid   :“Cukup?”
Guru        : “Belum, Isi sampai penuh karung goni itu.”

Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa. Hanya berjalan-jalan dan melihat-lihat kemudian ke luar.

 Si murid : Guru, apa kita tidak beli apa-apa?”
Guru        : “Tidak, Bukankah karung gonimu sudah penuh?”
Si murid   : “Ya, ya…” (Kata si murid, agak kelelahan).
Orang1     : “Banyak Beli barang.”


Tegur seorang kenalan apabila melihat mereka dengan goni yang kelihatan penuh.

Orang2     : “wah, tentu mereka berdua ini orang kaya! Banyak barang yang mereka beli."
Orang3     : Sepertinya mereka akan membuat acara besar,"

Setelah kembali ke tempat tinggal mereka, si murid meletakkan goni yang berisi batu-batu tadi.

Si murid   : “Oh, letih sekali! Apa yang akan kita buat dengan batu-batu ini guru?”
Guru        : tidak dibuat apa-apa
Si murid   : Hmm,,, kalau begitu saya hanya dapat letih.”
Guru        : “Letih memang letih tapi kamu sudah dapat ilmu ikhlas”
Si murid   : “Ikhlas?” (si murid keheranan)
Guru        : “kamu sudah belajar apa akibatnya kalau tidak ikhlas dalam beramal
Si murid   : “Dengan memikul batu-batu ini?”
Guru        : “Ya, batu-batu itu umpama amalan yang banyak, tapi tidak ikhlas dan orang memujinya. Seperti orang-orang di pasar tadi yang memuji kamu karena banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan, tetap hanya batu-batu.”
Si murid   : “Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?
Guru        : “Ya, hanya berat saja yang ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah, yang kamu dapat, hanyalah letih.”
Si murid   : Enggeh, sekarang saya faham apa akibatnya beramal tetapi tidak ikhlas guru!”

Pengajaran: Ramai manusia yang tertipu dalam beramal karena mengharapkan pujian. Padahal kata-kata pujian hakikatnya hanya menyebabkan diri tersiksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, tersiksa di dunia juga terseksa di akhirat.
Waallahualam...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar